Tips Membuat Spesifikasi yang Jelas Dalam Pengadaan

Spesifikasi adalah jantung dari pengadaan barang dan jasa. Keberhasilan tender, kualitas barang yang diterima, hingga kelancaran pelaksanaan kontrak sangat bergantung pada seberapa jelas, akurat, dan tepat guna spesifikasi yang disusun. Banyak kegagalan pengadaan sebenarnya tidak terjadi pada tahap pemilihan penyedia, melainkan berawal dari spesifikasi yang tidak lengkap, multitafsir, atau tidak sesuai kebutuhan. Artikel ini akan membahas berbagai tips praktis untuk membuat spesifikasi yang jelas, menggunakan bahasa sederhana dan alur mengalir agar mudah dipahami oleh siapa pun yang terlibat dalam proses pengadaan.

Memahami Kebutuhan Pengguna Secara Mendalam

Langkah pertama dalam membuat spesifikasi yang baik adalah memahami kebutuhan pengguna akhir secara menyeluruh. Pengguna adalah pihak yang akan memakai barang atau jasa tersebut, sehingga mereka memiliki perspektif paling akurat mengenai fungsi yang dibutuhkan. Tanpa memahami kebutuhan ini, spesifikasi yang dibuat hanya berdasarkan asumsi dan rentan tidak sesuai.

Pengumpulan kebutuhan dapat dilakukan melalui diskusi, survei, observasi lapangan, atau uji coba kecil. Semakin dalam pemahaman perencana terhadap kebutuhan pengguna, semakin tepat spesifikasi yang akan dirumuskan. Ketepatan ini membantu menghindari pemborosan, mencegah pengadaan berlebih, dan memastikan barang yang dibeli benar-benar digunakan dengan optimal.

Menulis Spesifikasi Berdasarkan Fungsi, Bukan Keinginan

Banyak spesifikasi menjadi terlalu rumit atau mahal karena berorientasi pada keinginan, bukan fungsi. Prinsip dasar pengadaan adalah memenuhi kebutuhan organisasi secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, spesifikasi harus difokuskan pada fungsi yang benar-benar dibutuhkan.

Misalnya, jika yang dibutuhkan adalah laptop untuk pekerjaan administrasi, maka fitur-fitur kelas premium seperti kartu grafis tinggi tidak perlu dimasukkan karena tidak memberikan manfaat tambahan. Dengan menuliskan spesifikasi berbasis fungsi, proses pemilihan penyedia menjadi lebih kompetitif, biaya lebih efisien, dan risiko salah beli dapat ditekan.

Menghindari Merek Tertentu Kecuali Betul-Betul Diperlukan

Salah satu kesalahan umum dalam penyusunan spesifikasi adalah mencantumkan merek tertentu tanpa alasan teknis yang kuat. Spesifikasi yang mengarah ke merek tertentu dapat mengurangi kompetisi, menimbulkan dugaan keberpihakan, dan membuat harga cenderung lebih tinggi.

Dalam pedoman pengadaan, merek hanya boleh dicantumkan bila barang tersebut bersifat unik, tersertifikasi khusus, atau memiliki standar teknis yang tidak dapat disubstitusi. Jika perencana membutuhkan merek tertentu sebagai referensi, gunakan istilah “setara” untuk menjaga ruang kompetisi yang adil.

Menuliskan Spesifikasi yang Measurable dan Terukur

Spesifikasi yang baik harus dapat diukur. Ketika spesifikasi tidak memiliki parameter yang jelas, penilaian terhadap penawaran menjadi subjektif dan rentan memunculkan perbedaan interpretasi.

Contohnya, menulis “kualitas bagus” tidak memberikan informasi apa pun. Sebaliknya, menulis “resolusi minimal 1920×1080” atau “kecepatan minimal 2.5 GHz” memberikan batasan jelas yang dapat dibandingkan antarpenyedia. Spesifikasi yang terukur juga memudahkan proses serah terima karena kriteria keberhasilan sudah jelas sejak awal.

Menghindari Istilah yang Multitafsir

Istilah multitafsir seperti “standar”, “cukup baik”, atau “tingkat tinggi” sering membuat vendor salah memahami kebutuhan sebenarnya. Istilah seperti ini harus digantikan dengan detail teknis yang konkret.

Spesifikasi harus ditulis dengan bahasa yang lugas dan informatif. Bila ada istilah teknis, pastikan disertai penjelasan agar tidak terjadi salah tafsir. Semakin jelas bahasa yang digunakan, semakin kecil peluang terjadinya dispute pada tahap pelaksanaan kontrak.

Memastikan Spesifikasi Sesuai dengan Kemampuan Anggaran

Spesifikasi yang terlalu tinggi sering tidak sesuai dengan kemampuan anggaran. Hal ini menyebabkan tender gagal karena semua penawaran melebihi pagu. Sebaliknya, spesifikasi yang terlalu rendah mengorbankan kualitas dan tidak memberikan manfaat optimal.

Perencana harus memastikan bahwa spesifikasi yang disusun memperhitungkan pagu, harga pasar, serta Total Cost of Ownership. Dengan pendekatan yang seimbang, spesifikasi dapat memenuhi kebutuhan teknis tanpa melebihi batas anggaran.

Melakukan Market Assessment Sebelum Menentukan Spesifikasi

Market assessment adalah cara efektif untuk memastikan bahwa spesifikasi yang disusun sesuai dengan kondisi pasar. Dengan mengetahui produk apa yang tersedia, kisaran harga, dan variasi kualitas, perencana dapat merumuskan spesifikasi yang realistis dan kompetitif.

Market assessment tidak harus rumit. Cukup melakukan survei harga, membaca katalog penyedia, atau berdiskusi dengan ahli teknis. Informasi pasar membantu mengurangi risiko penyusunan spesifikasi yang terlalu sempit atau justru terlalu luas.

Menghindari Spesifikasi Overkill yang Tidak Diperlukan

Spesifikasi overkill adalah spesifikasi yang terlalu tinggi dari kebutuhan sebenarnya. Misalnya, meminta server dengan kapasitas besar padahal hanya digunakan untuk aplikasi berskala kecil. Spesifikasi seperti ini memboroskan anggaran dan membatasi penyedia yang dapat berpartisipasi.

Overkill sering terjadi karena perencana ingin memastikan kualitas tinggi, tetapi tidak mempertimbangkan biaya terhadap manfaat. Prinsip efisiensi dalam pengadaan mendorong perencana untuk mencari titik optimal antara kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Menggunakan Standar Teknis yang Berlaku

Untuk produk tertentu, seperti alat kesehatan, perangkat elektronik, atau konstruksi, standar teknis sudah ditetapkan oleh lembaga resmi. Mengacu pada standar tersebut membantu memastikan kualitas, keselamatan, dan kompatibilitas.

Standar teknis juga membantu menghindari perbedaan interpretasi antara penyedia dan pengguna. Dengan mencantumkan standar tertentu, proses evaluasi lebih mudah dan hasil pengadaan lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Melibatkan Ahli Teknis Jika Dibutuhkan

Tidak semua perencana memiliki keahlian teknis mendalam. Untuk pengadaan yang kompleks seperti IT, alat laboratorium, atau infrastruktur, konsultasi dengan ahli teknis sangat diperlukan. Ahli teknis dapat membantu merumuskan spesifikasi yang akurat, memperkirakan kebutuhan masa depan, dan mengidentifikasi risiko teknis.

Pelibatan ahli teknis bukan hanya meningkatkan kualitas spesifikasi, tetapi juga membantu menghindari kesalahan mahal yang terjadi akibat kurangnya pemahaman teknis.

Menyusun Spesifikasi yang Konsisten dengan Dokumen Lain

Spesifikasi dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Spesifikasi Teknis harus selaras dengan dokumen lain seperti RUP, pagu anggaran, dan output kegiatan. Ketidaksesuaian antardokumen dapat membuat tender tidak bisa diproses atau menimbulkan konflik saat evaluasi.

Konsistensi dokumen membantu menjaga alur pengadaan tetap lancar dan meminimalkan kemungkinan revisi. Semua dokumen harus saling mendukung, bukan saling bertentangan.

Menambahkan Persyaratan Lingkungan Jika Relevan

Dalam beberapa jenis pengadaan, aspek ramah lingkungan atau green procurement menjadi penting. Misalnya untuk peralatan listrik hemat energi, material bangunan yang ramah lingkungan, atau sistem yang mendukung efisiensi energi.

Menambahkan persyaratan lingkungan tidak hanya membantu menciptakan pengadaan berkelanjutan, tetapi juga berpotensi menurunkan biaya operasional jangka panjang. Selama persyaratan lingkungan tersebut masih relevan dan tersedia di pasar, hal ini dapat menjadi nilai tambah dalam spesifikasi.

Menyusun Spesifikasi Output-Based untuk Pengadaan Jasa

Untuk pengadaan jasa, spesifikasi berbasis output lebih efektif dibandingkan spesifikasi berbasis proses. Spesifikasi output menjelaskan hasil akhir yang diharapkan tanpa mengatur terlalu detail cara penyedia mencapainya.

Misalnya, untuk jasa kebersihan, spesifikasi output menjelaskan standar kebersihan ruangan, bukan mencantumkan berapa kali lantai harus dipel per hari. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas kepada penyedia, memudahkan evaluasi, dan mendorong inovasi.

Memastikan Spesifikasi Mudah Diverifikasi

Setiap spesifikasi harus dapat diverifikasi saat proses serah terima. Jika spesifikasi terlalu abstrak atau tidak disertai parameter pengujian, proses verifikasi menjadi sulit dan berpotensi menimbulkan perselisihan.

Verifikasi spesifikasi dapat dilakukan melalui uji fungsi, pengukuran teknis, atau pengecekan dokumen. Semakin mudah diverifikasi, semakin kecil risiko terjadi sengketa setelah barang diterima.

Menggunakan Bahasa yang Konsisten dan Profesional

Bahasa dalam spesifikasi harus konsisten dan profesional. Hindari penggunaan istilah ambigu atau penggunaan istilah teknis yang tidak diperlukan. Bahasa yang baik adalah bahasa yang jelas, ringkas, dan tidak menimbulkan multitafsir.

Konsistensi juga penting untuk menghindari perbedaan makna. Misalnya, jika dalam satu bagian menggunakan istilah “unit”, maka di bagian lain jangan menggunakan “buah” untuk maksud yang sama.

Melakukan Review Spesifikasi Sebelum Finalisasi

Spesifikasi yang sudah ditulis harus direview kembali oleh tim pengadaan, ahli teknis, dan pengguna akhir. Review membantu mengidentifikasi kesalahan, bagian yang tidak jelas, atau elemen yang bertentangan.

Dengan melakukan review, kualitas spesifikasi meningkat dan risiko kesalahan berkurang. Review juga memastikan bahwa semua pihak memahami spesifikasi yang sama sebelum tender dimulai.

Menyesuaikan Spesifikasi dengan Teknologi Terkini

Teknologi terus berkembang, sehingga spesifikasi perlu menyesuaikan diri agar tidak ketinggalan zaman. Namun perlu diingat bahwa mengejar teknologi terbaru harus tetap mempertimbangkan manfaat dan biaya.

Spesifikasi yang terlalu modern mungkin tidak kompatibel dengan sistem yang ada, sedangkan spesifikasi yang terlalu lama dapat menurunkan produktivitas. Keseimbangan antara modernitas dan kompatibilitas adalah kunci keberhasilan pengadaan yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Spesifikasi bukan sekadar daftar kebutuhan teknis, tetapi fondasi yang memengaruhi seluruh tahapan pengadaan. Spesifikasi yang jelas, terukur, dan tepat guna akan menghasilkan tender yang kompetitif, pelaksanaan kontrak yang lancar, serta barang atau jasa yang sesuai kebutuhan pengguna.

Dengan memahami tips di atas dan menerapkannya secara konsisten, instansi dapat mengurangi risiko kegagalan pengadaan, meningkatkan efisiensi anggaran, dan menghasilkan nilai manfaat yang lebih besar. Pada akhirnya, pengadaan yang baik dimulai dari spesifikasi yang baik—dan spesifikasi yang baik adalah spesifikasi yang jelas, logis, dan berorientasi pada kebutuhan.